Tanpa kusadari aku mungkin terjebak
dalam sebuah pengembaraan berbuah luka. Semua diluar kendaliku saat kau merasa
kita adalah istimewa, sedangkan aku telah lebih dulu memilih dia sebagai yang
tercinta. Kucoba pahami liar adalah karenaku, tapi tak ada niatku berpaling saat
dingin menyapa cinta. Aku hanya tak mampu menahan pikiran terburuk yang selalu
menampakkan wujudnya walaupun tak harus aku terjaga. Dan saat itu waktu mempertemukan
aku dengan dirimu yang ada kutatap, menggenggam tanganku, menggetarkan hati
yang lama terjajah rindu tak berbalas darinya. Pikirku masih dalam kesadaran
tertingginya, aku tidak bodoh dan aku punya hati. Tak ada mauku menganggap
semua ini lebih istimewa dari rasa, walaupun hatiku yang lain tidak pula ingin
kehilanganmu saat kau tahu bahwa tidak ada hati yang bisa kutawarkan untukmu
selama aku masih terikat dengannya. Dia masih yang teristimewa bagiku, walaupun
seringkali sikapnya tak semanis dirimu. Ampuni aku, pikiran terburukku justru
membawanya mewujudkan sebuah banyangan pengkhianatan menjadi nyata tanpa pernah kau dan dia mengetahuinya.
Showing posts with label dedicated. Show all posts
Showing posts with label dedicated. Show all posts
Wednesday, May 30, 2012
Sunday, May 27, 2012
Sepenggal Kisah
Siang begitu panasnya, matahari yang berada tepat di atas kepalaku seolah membelalakkan matanya menemaniku memenuhi sebuah janji untuk menemui seseorang di luar sana.
Wajahnya begitu merah ketika pertama kali kubertemu dengannya. Tentu saja, dia sudah menempuh jarak lebih dari seratus kilometer untuk bisa sampai di depan mataku. Segera kubunuh canggung yang kurasakan sebelum benar-benar muncul dan tak mampu lagi terkontrol. Suasana pun segera mencair setelah kami sampai dirumahku lalu menghabiskan setengah hari itu tanpa terasa.
Saat malam mulai menyapa, jam dinding menunjukkan waktu sekitar pukul tujuh malam. Ditemani gemerlap ramainya lampu-lampu kendaraan dibawah langit yang mulai menggelap, kami pun berbaur bersama orang-orang berlalu lalang berkendara di jalanan menuju suatu tempat tujuan. Malam itu kami tutup dengan makan bersama di sebuah tempat makan salah satu pusat perbelanjaan.
***
"untuk yang saat ini menjalani tugasnya di pulau sebelah barat Indonesia, terima kasih dan semangat"
Monday, May 21, 2012
Antah Berantah
Disini, tempat mengingkari kenyataan
dan menenggelamkan diri dalam semu. Mengubah setiap pribadi menjadi sosok lain
dari dirinya.
Tak perlu membicarakan luasnya dunia
ini. Karena aku tidak akan mengelilinginya seperti impian beberapa orang di
luar sana. Saat ini semua cukup, jangkauanku
sudah jauh memendekkan jarak berpuluh, beratus, berjuta kilometer menjadi setipis layar monitor
di depan mata.
Aku tak mampu menatapnya malu-malu,
apalagi tajam, bahkan tidak pula saling menatap. Kami hanya berbicara, lalu
sesekali melepaskan tawa. Disanalah, di
dunia antah berantah kami bicara hanya melalui untaian kata-kata.
Bagaimana awal semua orang bertemu
mungkin sudah terlupakan, itu adalah hukum alam. Tak terlihat populasi yang
padat tapi mungkin jutaan orang hilir mudik memadati lalu lintasnya. Kumpulan dari
orang-orang kesepian, orang yang ingin melarikan diri sejenak dari kenyataan. Atau
hanya ingin menyalurkan keisengan yang manusiawi. Berjuta latar belakang itu
berkumpul seolah ingin mencocokkan diri masing-masing. Entah dengan tujuan
apa..
Aku berjalan-jalan di sana , lalu tak sengaja bertemu dengannya. Dan keajaiban itu datang memendekkan
jarak suatu kenyataan. Antah berantah ini membuat luasnya dunia seakan tak berpengaruh
bagiku dan baginya untuk saling menemukan.
seorang teman.
Subscribe to:
Posts (Atom)

